Pengalaman Buruk bersama Ardhosting: Perusahaan Hosting Indonesia
Sejak pertengahan Juni 2008 saya berselisih paham dengan perusahaan hosting, yang katanya reliable dan katanya sudah beroperasi 8 tahun Ardhosting.
Saya sudah menjadi konsumennya sejak tahun Juni 2007. Selama ini saya bukan termasuk konsumen yang rewel, karena hampir semua hal sudah bisa saya atasi sendiri. Bukan karena saya ahli ICT, hanya kebetulan sudah memiliki website pribadi pada tahun 2006.
Karena kesibukan pekerjaan, saya hampir lupa memperpanjang hosting yang jatuh tempo tanggal 15 Juni 2008. Untungnya saya bisa melakukan pembayaran tepat tanggal tersebut. Walaupun tagihan diminta 1 tahun dimuka, tetapi saya pada waktu itu hanya melakukan pembayaran untuk 6 bulan ke depan (Juni-Desember 2008). Saya berpikir tidak akan ada masalah karena ini perpanjangan dan 6 bulan itu adalah waktu yang cukup lama.
Saya kembali tenggelam dalam kesibukan perkerjaan dan kebetulan sedang padat2nya. Setelah punya waktu luang dan mencoba melihat website-website tersebut, saya sangat kaget karena semuanya di-suspend (tidak aktif). Tentu saja saya kecewa, karena merasa diperlakukan semena-mena. Jika saya tidak membayar, saya setuju di-suspend. Tetapi saya sudah bayar dimuka 6 bulan, artinya saya tidak NGUTANG, bahkan saya nabung di rekening Ardhosting!
Dalam proses adu argumentasi selanjutnya, saya menangkap kesan bahwa Ardhosting melalui Sdr Erwin lebih mementingkan diri sendiri (dalam hal ini Ardhosting), daripada memahami kebutuhan dan kerugian saya akibat di-suspend-nya website-website tersebut. Mereka tetap ngotot dengan keharusan membayar 1 tahun SEKALIGUS dengan alasan promo!
Menurut saya, tindakan yang lebih bijaksana adalah tetap mengaktifkan website-website tersebut (karena saya kan sudah bayar), sambil terus mengingatkan untuk membayar sisanya. Jika, misalkan dalam 1 bulan, tetap tidak bayar, baru di-suspend.
Tetapi dengan angkuhnya tetap saja ditanggapi dengan jawaban yang sama. Saya tidak tahu berhadapan dengan orang atau robot? Bahkan pernyataan saya bahwa saya bersedia membayar sisa 6 bulan lagi asalkan website saya diaktifkan terlebih dahulu, sama sekali tidak ditanggapi!
Pengalaman dengan mitra perusahaan hosting yang lain, justru terjadi sebaliknya. Waktu itu tagihannya 6 bulan, tetapi karena saya melakukan pembayaran hanya 4 bulan ke depan, secara otomatis mereka mengubah billing cycle menjadi 4 bulan, tanpa tambahan biaya apapun! Saya sangat salut dengan usaha mitra saya ini yang tahu bagaimana menghargai konsumennya dan pentingnya menjaga hubungan baik jangka panjang, tidak hanya sekedar mencari keuntungan jangka pendek dengan ketentuan yang kaku dan sepihak!
Yang paling membuat saya kecewa dan marah adalah pada saat saya sudah patah arang dan berniat mengambil data-data/file yang merupakan hak saya, tetap saya akses ke Cpanelnya diblokir. Padahal uang saya untuk pembayaran 6 bulan ke depan sudah saya relakan buat Ardhosting, karena saya memang tidak berniat lagi bermitra dengan Ardhosting!
Mereka pikir semua konsumen akan menjadi takut dengan intimidasi semacam ini, sehingga mau tunduk kepada ketentuaan yang sangat tidak adil dan sepihak? Buat saya perusahaan hosting yang semacam ini harus dilawan!
Untuk Ardhosting dan Erwin, mudah-mudahan bukan hanya pada saya saja anda bertindak arogan semacam ini. Tidak peduli pemilik website orang besar atau orang [dianggap] kecil (seperti saya). Tidak peduli banyak uang atau sedikit uang (seperti saya).
Saat ini saya sedang menyiapkan langkah-langkah untuk menuntut hak-hak saya sebagai konsumen. Saya pun tidak ingin masalah ini terjadi pada pengguna hosting (terutama Ardhosting) lainnya. Bagi saya pemilik website bukanlah raja, apalagi tunduk pada ketentuan sepihak perusahaan hosting. Pemilik website dan perusahaan hosting adalah mitra.
About this entry
You’re currently reading “Pengalaman Buruk bersama Ardhosting: Perusahaan Hosting Indonesia,” an entry on Another Adji Wigjoteruna's Personal Blog
- Telah Diterbitkan:
- Juli 3, 2008 / 11:03 am
- Kategori:
- Ekonomi Nyo, Hukum Nyo, Telematika Nyo
- Kaitkata:
21 Komentar
Langsung ke formulir komentar | comment rss [?] | trackback uri [?]